Minggu, 28 Juli 2019

teguran bagi yang suka nge-prank



Teguran bagi peng – nge PRANK

Mizah atau nama lainnya adalah Du’abah memiliki arti gurauan (prank). Yang mana hal itu bertentangan dengan kebenaran (keseriusan).
Prank sendiri ialah Sulukun insanyyun jabaliyun lahu dhowabituhu wa hududuhu. Hubungan tingkah laku manusia yang memiliki aturan tata tertib dan batasan batasannya.
Badruddin bin Abu Al barakat berkata “hokum mizah (prank) itu sunnah diantara teman”, karena hal itu untuk merefresh hati dan itu juga menjadi sebuah kebutuhan bagi manusia (atau untuk menghilangkan kegalauan), dengan syarat tidak adanya kebohongan atau memfitnah, menjelek jelekkan dan juga bukan untuk meng-ghibah (gosip) hingga sampai merusak (hubungan sesamamanusia). Maka hal itu akan menghilangkan kebenaran dan merusak hubungan serta adanya pembangkangan (kemarahan).
Begitu pula Ibnu Abdi Al barr berpendapat “Dan para ulama membenci terhdap golongan yang berlebihan dalam Prank (gurauan). Karena hal itu adalah perbuatan tercela, menyebabkan kedengkian,dan merusak persaudaraan.
Dan dengan hal ini, maka ngeprank (gurau) itu jika, keluar dari beberapa aturan yang telah di tentukan akan menimbulkan hal yang negative bagi hubungan sesame manusia.
Rosulullah SAW bersabda ; sedikitkan tertawa, maka sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan hatimu
Dan dari seorang petuah ahli hikmah berkata ;  Ngeprank (bercanda) itu memakan reputasi seperti halnya api yang melahap kayu bakar
Ada tiga kriteria bersanda gurau :
Pertama yang menyukainya, kedua yang membencinya, dan ketiga adalah pertengahan dari keduanya. Seperti halnya Rosulullah SAW. Yang mana beliau juga pernah bersanda gurau.[1]
        Adapun prank atau senda gurau itu ada adabnya (tata krama) yang akan di sebutkan di bawah ini :
1.   Bercanda tentang kebenaran, dan tidak ada kebohongan dalam canda tersebut.
2.   Bercanda tidak boleh terlalu berlebihan. Hingga menyebabkan kekhawatiran.
3.   Bercanda pada waktu dan tempatnya masing masing

        Maka dengan hal ini bagi siapa saja yang ingin ngeprank atau semacamnya supaya mendatangkan keramahan di cangkrukan (tempat nongkrong), dan menghilangkan kemurungan (galau).
Inti dari semua ini adalah prank lah sewajarnya tapi jangan terlewat batas hingga menjadikan perpecahan terhadap sesama manusia.
Semoga artikel ini bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk kritik dan saran, serta share artikel ini. Terima kasih …..!!!!


[1]. Lihat di artikel berikutnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar