Senin, 28 Oktober 2019

Apakah maksiat itu atas kehendak Allah ?


Apakah maksiat itu atas kehendak Allah ?
Jika hal tersebut benar, Maka kenapa pelaku maksiat di jatuhi hukuman ?
Allah Subhanahu Wa Ta’alaa memiliki sifat Murid (Maha penghendak) dan irodah (Yang maha menghendaki). Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah. Dan tidak ada kekurangan atau kecacatan yang telah Allah kehendaki.
Maka bagaimana jika ada seseorang yang ingin melakuakan maksiat pada Allah ?. seperti contoh ingin meminum khamr (minuman keras). Si fulan tersebut melakukan dan kemudian meminumnya. Apakah hal tersebut atas kehendak Allah ?. jika kita berkata “ooh ya, tentu itu atas kehendak Allah”. Dan bagaimana jika salah satu dari kita berkata “Oh tidak, karena Allah tidak menginginkan hambanya melakukan maksiat”. Perkara selanjutnya adalah kalau bukan atas kehendak Allah maka itu sebuah hal yang mukroh (di benci) bertentangan dengan sifat Allah yang maha mengehendaki. Bagaimana menjawab hal tersebut ???
Sebelumnya, ketahuilah bahwa beberapa perkara yang berhubungan perbuatan atau suatu kejadian yang terjadi pada manusia itu terdapat dua hal :
Pertama : Perkara yang datang atas kehendak Allah dan dzatnya. Seperti kelahirannya, Kematiannya, sakitnya, rezekinya. Sampai disini kita fahami bahwa semua itu atas kehendak Allah.
Kedua : perkara yang di sebabkan oleh kemauan atau kebebasan manusia itu sendiri. Disini Allah memberikan fitrah pada manusia yaitu Sebuah kebebasan yang di lakukan oleh manusia. Dinamakan juga malakatu al ikhtiyar yaitu kebebasan untuk melakukan suatu hal.
Contoh pada keadaan sekarang yaitu ketika kalian membaca artikel ini atau seperti kalian melihat youtube dengan konten por** atau maksiat. Disini yang dimaksud oleh bagian kedua.
Dan siapa yang memberi ini atau memberi kebebasan ini ? Allah Ta’alaa. Maka aplikasikan aplikasi ini dengan taat kepada Allah. Jika kita berbuat dosa maka bertaubatlah. Dan jika kita ragu apakah dosa kita di ampuni atau tidak ? maka ketahuilah bahwa sifat maghfur Allah (maha mengampuni) dan sifat Rahmat Allah (Maha kasih sayang) itu lebih luas dari pada dosa dosa kita.  
Sekian …..

Semoga sedikit coretan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.



by viqi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar