Minggu, 28 Juli 2019

Fenomena Kitab Al Munqidzu Min Addholal

Fenomena Hujjatul Islam
Dalam kitab
AL MUNQIDZU MIN ADDHOLAL

        Alhamdulillah… segala puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami dan tidaklah kami mendapati petunjuk jikalau engkau wahai Allah tidak memberikan petunjuk bagi kami.
Wa ba’du.

        Adapun kitab ini (AL MUN_GHIDZU MIN ADDHOLAL WAL MUWASSHOLU ILA DZI AL ‘IZZATI WA AL JALAL).  Penyelamat dari kesesatan dan sebagai wasilah untuk sampai kepada dzat yang maha kuasa dan maha agung.
        Sebutir mutiara dari seniman agung Hujjatul islam (pembela islam) dan pembawa keberkahan di dunia, beliau adalah Al imam yang zuhud dan waro’ serta pemberi contoh kebaikan Imam Zainuddin bin Abi Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali. Beliau lahir pada 450H di kota Thus dan beliau meninggal pada tahun 505H.
        Adapun kitab kecil yang fenomena ini memuat banyak faidah dan petunjuk untuk para peneliti atau pencari kebenaran terhadap pemikiran agama islam.
        Kitab ini beliau susun pada masa akhir dari sisa hidupnya, Di ujung tempat peristirahatan yang penuh berkah, Dan beliau menulis kitab ini sebagai ringkasan pada setiap ide gagasan dan intelektualnya.
        Dan beliau mendesign kitab ini di mulai dari Ulama tauhid, kemudian dari segi filsafah dan ideolodi, kemudian dari segi Tasawwuf, segi beberapa madzhab ta'lim, kemudian diantara letak kebenaran pada stiap metodologi studi, serta kitab ini mengkisahkan perjalan rohani dan jasmani Imam Agung Al Ghazali, Begitu pula dengan jalan sufinya
        Adapunn sebab tersusunnya kitab ini seperti yang di ucapkan oleh Imam Ghazali “Sesungguhnya disana (kitab ini) memiliki jawaban terhadap beberapa pertanyaan yang meragukan karena banyaknya madzahib dan orang orang yang Aro’ (mengedepankan logika). Yang mana hal itu terjadi pada masa beliau serta memiliki banyak berpedaan (dalam menyikapi berbagai macam problematika).
        Tatkala kitab ini datang (tersusun secara sempurna) maka kitab ini akan menuntunnya untuk mencari jalan kebenaran, penyelamat dari kesesatan, menyelamatkan pembaca dari kekacauan serta terjadinya konflik pemikiran. Dan menuntunnya menuju iman yang haqiqi kepada Allah Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Agung.

        Semoga Allah mengangat amal perbuatan beliau dan menjadikannya seorang yang tulus ikhlas Lillahi Ta’ala.

Wa Akhiru Da’wana ‘an Al hamdulillahi Robbi Al ‘Alamin. Wa shollahu ‘Ala Sayyidina Muhammdin Wa Aalihi Al Akromin.



~viqie. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar