Fenomena Hujjatul Islam
Dalam kitab
AL MUNQIDZU MIN ADDHOLAL
Alhamdulillah… segala
puji bagi Allah yang telah memberikan petunjuk kepada kami dan tidaklah kami
mendapati petunjuk jikalau engkau wahai Allah tidak memberikan petunjuk bagi
kami.
Wa ba’du.
Adapun kitab ini (AL
MUN_GHIDZU MIN ADDHOLAL WAL MUWASSHOLU ILA DZI AL ‘IZZATI WA AL
JALAL). Penyelamat dari kesesatan dan
sebagai wasilah untuk sampai kepada dzat yang maha kuasa dan maha agung.
Sebutir mutiara dari
seniman agung Hujjatul islam (pembela islam) dan pembawa keberkahan di dunia,
beliau adalah Al imam yang zuhud dan waro’ serta pemberi contoh kebaikan Imam
Zainuddin bin Abi Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghozali. Beliau lahir pada
450H di kota Thus dan beliau meninggal pada tahun 505H.
Adapun kitab kecil yang
fenomena ini memuat banyak faidah dan petunjuk untuk para peneliti atau pencari
kebenaran terhadap pemikiran agama islam.
Kitab ini beliau susun
pada masa akhir dari sisa hidupnya, Di ujung tempat peristirahatan yang penuh
berkah, Dan beliau menulis kitab ini sebagai ringkasan pada setiap ide gagasan
dan intelektualnya.
Dan beliau mendesign
kitab ini di mulai dari Ulama tauhid, kemudian dari segi filsafah dan ideolodi,
kemudian dari segi Tasawwuf, segi beberapa madzhab ta'lim, kemudian diantara
letak kebenaran pada stiap metodologi studi, serta kitab ini mengkisahkan
perjalan rohani dan jasmani Imam Agung Al Ghazali, Begitu pula dengan jalan sufinya
Adapunn sebab
tersusunnya kitab ini seperti yang di ucapkan oleh Imam Ghazali “Sesungguhnya
disana (kitab ini) memiliki jawaban terhadap beberapa pertanyaan yang meragukan
karena banyaknya madzahib dan orang orang yang Aro’ (mengedepankan logika).
Yang mana hal itu terjadi pada masa beliau serta memiliki banyak berpedaan
(dalam menyikapi berbagai macam problematika).
Tatkala kitab ini
datang (tersusun secara sempurna) maka kitab ini akan menuntunnya untuk mencari
jalan kebenaran, penyelamat dari kesesatan, menyelamatkan pembaca dari
kekacauan serta terjadinya konflik pemikiran. Dan menuntunnya menuju iman yang
haqiqi kepada Allah Dzat yang Maha Kuasa dan Maha Agung.
Semoga Allah mengangat
amal perbuatan beliau dan menjadikannya seorang yang tulus ikhlas Lillahi
Ta’ala.
Wa Akhiru
Da’wana ‘an Al hamdulillahi Robbi Al ‘Alamin. Wa shollahu ‘Ala Sayyidina
Muhammdin Wa Aalihi Al Akromin.
~viqie.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar