Teguran bagi peng – nge PRANK
Mizah atau nama
lainnya adalah Du’abah memiliki arti gurauan (prank). Yang mana hal itu
bertentangan dengan kebenaran (keseriusan).
Prank sendiri
ialah Sulukun insanyyun jabaliyun lahu dhowabituhu wa hududuhu. Hubungan
tingkah laku manusia yang memiliki aturan tata tertib dan batasan batasannya.
Badruddin bin
Abu Al barakat berkata “hokum mizah (prank) itu sunnah diantara teman”, karena
hal itu untuk merefresh hati dan itu juga menjadi sebuah kebutuhan bagi manusia
(atau untuk menghilangkan kegalauan), dengan syarat tidak adanya kebohongan
atau memfitnah, menjelek jelekkan dan juga bukan untuk meng-ghibah (gosip)
hingga sampai merusak (hubungan sesamamanusia). Maka hal itu akan menghilangkan
kebenaran dan merusak hubungan serta adanya pembangkangan (kemarahan).
Begitu pula
Ibnu Abdi Al barr berpendapat “Dan para ulama membenci terhdap golongan yang
berlebihan dalam Prank (gurauan). Karena hal itu adalah perbuatan tercela,
menyebabkan kedengkian,dan merusak persaudaraan.
Dan dengan hal
ini, maka ngeprank (gurau) itu jika, keluar dari beberapa aturan yang telah di
tentukan akan menimbulkan hal yang negative bagi hubungan sesame manusia.
Rosulullah SAW
bersabda ; sedikitkan tertawa, maka sesungguhnya banyak tertawa akan mematikan
hatimu
Dan dari
seorang petuah ahli hikmah berkata ; Ngeprank (bercanda) itu memakan reputasi
seperti halnya api yang melahap kayu bakar
Ada tiga
kriteria bersanda gurau :
Pertama yang menyukainya, kedua yang membencinya, dan ketiga adalah
pertengahan dari keduanya. Seperti halnya Rosulullah SAW. Yang mana beliau juga
pernah bersanda gurau.[1]
Adapun prank atau
senda gurau itu ada adabnya (tata krama) yang akan di sebutkan di bawah ini :
1.
Bercanda
tentang kebenaran, dan tidak ada kebohongan dalam canda tersebut.
2.
Bercanda
tidak boleh terlalu berlebihan. Hingga menyebabkan kekhawatiran.
3.
Bercanda
pada waktu dan tempatnya masing masing
Maka dengan hal ini
bagi siapa saja yang ingin ngeprank atau semacamnya supaya mendatangkan
keramahan di cangkrukan (tempat nongkrong), dan menghilangkan kemurungan
(galau).
Inti dari semua
ini adalah prank lah sewajarnya tapi jangan terlewat batas hingga menjadikan
perpecahan terhadap sesama manusia.
Semoga artikel
ini bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa untuk kritik dan saran, serta
share artikel ini. Terima kasih …..!!!!