Selasa, 29 Oktober 2019

My trip in kadabas


My trip in kadabas

Kadabas, nama sebuah desa yang berada di timur laut ibu kota sudan, yakni Khartoum. Sebuah tempat yang terkenal dengan khalwatnya (pesantren hifdzul Qur'an). Yap ini adalah liburan semester, kebanyakan mahasiswa sudan ketika liburan semester menggelar acara dauroh ataupu  khalwah (mengasingkan diri dari keramaian kota untuk menghafal atau mengulang ulang hafalan Al Qur’an). Sebagian lagi menggunakannya untuk bekerja atau pulang ke tanah air. Ada juga yang liburan di negara Negara tetangga macam mesir, turki. Juga ada yang ke Saudi untuk menjalankan ibadah umroh.
Oke balik lagi dengan perjalanan ke kadabas. Sebuah desa terpencil. Berada di timur laut ibu kota. Perjalanan ku di mulai dari ibu kota menuju ke terminal sambat. Bertempat di utara dari ibu kota. Terkadang perencanaan atau sebuah planning tidak semulus dengan kenyataan. Aku dan teman teman setelah memesan tiket bus terkena kendala. Ya hal itu sudah wajar kami alami. Because this is sudan, suatu yang tak terduga akan terjadi. Bus yang terjadwal pukul 09.00 CAT harus molor kek orang ngorok hingga pukul 12.00 CAT.
Lambat waktu bus jurusan terminal sambat menuju ke berber (suatu daerah setelah kadaba) kami membeli tiket dengan jurusan itu dengan sengaja, supaya kami bisa turun di pertengahan terminal atbaroh dan desa berber. Yah kami tiba di sana waktu menunjukkan pukul 17.00. Oh man ini sangat sangat menghawatirkan. Karena perjalan selanjutnya adalah ke tepi sungai nil. Senja manyapa, matahari mulai tiada. Ok fiks !!! kami bahagia sebenarnya. Yah sebenarnya saja hehe. Alhamdulillah masih utuh orangnya. Man bacanya ga usah nggegas. Agak hawatir apakah ada sampan atau sekoci yang hendak pergi ke tepi daerah tepatnya daerah kadabas. Karna gelap gulita sudah mengaungi kita.
Sejam, dua jam kami menunggu !! berharap ada ilham atau pertolongan Allah supaya kami bisa sampai hingga tempat tujuan. Cakap cakap antar kami dengan beberapa orang sudan yang juga menunggu sekoci. Diantara kami ada yang menikmati sebatan sebatan udud bahasa halusnya cigarette hehe. Kami mensebatanya dengan perlahan sembari menikmati angina sepoi sepoi yang datang dari arah sungai nil. Beberapa saat kami terpesona (agak jijik kalau bilang terpesona, lebih tepat terdiam tanpa kata) dengan orang sudan. Yap dia sedang santainya memainkan misbahnya (tasbih) dengan dersandar di bebatuan tepi sungai. Entah apa yang ia lantunkan. Kami yakin itu sebuah kata yang bias menenangkan jiwa dan raganya.  
Di akhir keputusasaan,kami hendak memutuskan “ah sudahlah, lebih baik kita menginap di rumah orang desa”. Yup betul karna malam sudah mulai mengekang. Hendak kami bergerak dari tempat, ada sebuah suara dari sungai. Oh my god !!! itu sebuah perahu.
Bismillah lancar hingga ke tepi sungai. Tepat pukul 22.00 barulah kami tiba di khalwat (pesantren). Disambut dengan para santri tua, abdi dalem kata orang jawa. Tak lama kemudian makanan khas sudan tiba, oh itu sebuah kisroh dan weka. Ada juga full dan adasnya.
Lelap sudah malam itu hingga pagi fajar membangunkanku. Suasana khas pesantren sungguh membuat kami rindu akan nyantri di pesantren pesantren jawa. Lantunan ayat ayat suci dari para penghafal ayat hingga waktu menunjukkan pikul 07.00 teeeetttt !!! bunyi suara tanda untuk menyantap sarapan.
Sebelum mengikuti kegiatan yang ada di pesantren kami pun menuju sebuah rumah kecil d belakang makam salah satu duriah. Ya seyogyanya kami harus sowan terlebih dahulu untuk mendapatkan restu dan izin mengikuti kegiatan menghafal ataupun murojaah.
Pintu kami ketok dengan salamnya, terdengar suara dalam ruangan menjawab salam, dan mempersilahkan kami masuk. Singkat cerita setelah kami mengobrol dengan ndalem. Beliau mengizinkan kami berada di pesantrennya.
Yah seperti itulah kisah kami di sudan, ketika liburan datang. Mengisi kekosongan dengan berkhalwat d penjuru desa yang ada d sudan.
Karna 1 detik adalah harta yang berharga, sebab itu jangan siasiakan perdetiknya.

~ sudan 29okt19   

 By ; Viqi (pemula dalam menulis)

Jangan Kaget Dengan Wali Allah Yang Nyeleneh !!!


Jangan Kaget Dengan Wali Allah Yang Nyeleneh !!!


Al-‘Ulamau Warotsatu Al-Anbiya’. Ulama adalah pewaris dari para Nabi. Singkat kata bahwa banyak kita jumpai kekasih kekasih Allah yang d anggap gila atau nyeleneh dalam berbagai macam hal.
Sebelum ke para kekasih Allah atau dalam konteks ini adalah Ulama (wali Allah) sebagai pewaris para Nabi di muka bumi. Alangkah baiknya kita kembali pada masa masa di mana Nabi Muhammad SAW di sebut sebagai orang gila di periode awal penyebaran islam oleh kaum quraisy. Nabi Muhammad yang di kenal dengan Al Amin (yang terperaya) di olok olok dan di gunjing oleh kaum Quraisy pada masa itu. Jadi, tidak heran jika beberapa dari kita menganggap seorang yang dalam dzohirnya gila adalah orang gila. Ibaroh yang ada dalam flash back di atas seyogyanya kita yang waras atau terpercaya bisa d katakan gila atau nyeleneh karna suatu kebenaran yang kita yakini. Apalagi seorang yang nyeleneh dzohirnya. Berhusnudzon adalah hal yang paling tepat dalam menyikapi suatu keadaan yang terjadi pada diri seseorang.
Wali Wali nyeleneh, Ilham tuhan mana lagi yang kita ragukan ???. Sebagai penyeimbang di kehidupan masyarakat pada umumnya, Allah menurunkan para wali nyeleneh ke setiap sudut kota. Bertujuan untuk mengajak para pendosa bertaubat lewat tutur kata gendengnya. Jika semua wali tuhan berada di pesantren dan di masjid masjid, Maka siapa yang mengajak para pendosa kembali pada Tuhannya ???.
Dalam hadist di atas Al-‘Ulamau Warotsatu Al-Anbiya’ memiliki makna yang sangat luas. Jika kita bertanya kenapa Rosulullah tidak bertutur Al-‘Ulamau Warotsatii Ulama adalah pewarisku ???. di sinilah kehebatan para ulama yang di tuturkan Nabi Muhammad SAW. Ramalan dalam kata yang terucap dari lisan beliau. Bahwa ulama pewaris para Nabi suatu kata yang umum. Hadits lain menguatkan hadist sebelumnya ‘Ulamau Ummatii Kaanbiyai Bani Isroil ulama dari umatku seperti para Nabi bani isroil.
Sebab itu jika Ulama memiliki kegendengan yang tidak masuk akal, maka jangan di caci. Contoh Sayyid Uwais Bin Amr Al qarani seorang hamba yang gila yang nyeleneh di mata penduduk bumi, Tapi namanya selalu d agung agungkan penduduk langit. Beliau menjadi seorang yang di cintai penduduk langsit sebab birron bi ummihi berbakti pada ibunya. Ada lagi wali yang suka ngamen ngamen atau kerjaannya buat lelucon saja supaya umat Nabi Muhammad SAW tidak terlalu sepaneng dengan kehidupan yang fana. Namanya Abu nuwas atau lebih d kenal dengan Abu nawas d kalangan masyarakat Indonesia.
Ibaroh di sini supaya kita selalu berhusnudzon dengan tingkah laku para manusia yang aneh. Jika ingin menambah wawasan dan mengambil ibaroh sebuah pelajaran pada manusia manusia seperti di atas, membca adalah sebuah karunia terbesar dalam hidup. Terdapat banyak buku yang menceritkan kisah para wali nyeleneh. Seperti ‘Uqolau Al majanin kebijaksanaan orang orang gila. Buku ini sudah di translate ke bahasa Indonesia.

Sekian ….

Hidup itu indah jika saling berbaik sangka.

By ; Viqi (mohon maaf pemula)

Senin, 28 Oktober 2019

Apakah maksiat itu atas kehendak Allah ?


Apakah maksiat itu atas kehendak Allah ?
Jika hal tersebut benar, Maka kenapa pelaku maksiat di jatuhi hukuman ?
Allah Subhanahu Wa Ta’alaa memiliki sifat Murid (Maha penghendak) dan irodah (Yang maha menghendaki). Tidak ada sesuatu yang terjadi di dunia ini kecuali atas kehendak Allah. Dan tidak ada kekurangan atau kecacatan yang telah Allah kehendaki.
Maka bagaimana jika ada seseorang yang ingin melakuakan maksiat pada Allah ?. seperti contoh ingin meminum khamr (minuman keras). Si fulan tersebut melakukan dan kemudian meminumnya. Apakah hal tersebut atas kehendak Allah ?. jika kita berkata “ooh ya, tentu itu atas kehendak Allah”. Dan bagaimana jika salah satu dari kita berkata “Oh tidak, karena Allah tidak menginginkan hambanya melakukan maksiat”. Perkara selanjutnya adalah kalau bukan atas kehendak Allah maka itu sebuah hal yang mukroh (di benci) bertentangan dengan sifat Allah yang maha mengehendaki. Bagaimana menjawab hal tersebut ???
Sebelumnya, ketahuilah bahwa beberapa perkara yang berhubungan perbuatan atau suatu kejadian yang terjadi pada manusia itu terdapat dua hal :
Pertama : Perkara yang datang atas kehendak Allah dan dzatnya. Seperti kelahirannya, Kematiannya, sakitnya, rezekinya. Sampai disini kita fahami bahwa semua itu atas kehendak Allah.
Kedua : perkara yang di sebabkan oleh kemauan atau kebebasan manusia itu sendiri. Disini Allah memberikan fitrah pada manusia yaitu Sebuah kebebasan yang di lakukan oleh manusia. Dinamakan juga malakatu al ikhtiyar yaitu kebebasan untuk melakukan suatu hal.
Contoh pada keadaan sekarang yaitu ketika kalian membaca artikel ini atau seperti kalian melihat youtube dengan konten por** atau maksiat. Disini yang dimaksud oleh bagian kedua.
Dan siapa yang memberi ini atau memberi kebebasan ini ? Allah Ta’alaa. Maka aplikasikan aplikasi ini dengan taat kepada Allah. Jika kita berbuat dosa maka bertaubatlah. Dan jika kita ragu apakah dosa kita di ampuni atau tidak ? maka ketahuilah bahwa sifat maghfur Allah (maha mengampuni) dan sifat Rahmat Allah (Maha kasih sayang) itu lebih luas dari pada dosa dosa kita.  
Sekian …..

Semoga sedikit coretan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca.



by viqi